Pelatihan Pengolahan Ubi Menjadi Keripik Sebagai Usaha Kreatif Di Desa Babirik Hilir Kabupaten Hulu Sungai Utara
DOI:
https://doi.org/10.20527/ekshum.v3i2.36Keywords:
Keripik Ubi, Usaha Kreatif, Pemberdayaan Ekonomi, Desa Babirik HilirrAbstract
ABSTRAK: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Babirik Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan fokus pada Pelatihan Pengolahan Ubi Menjadi Keripik sebagai Usaha Kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ubi yang melimpah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu keripik ubi, sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Metode pelatihan dilakukan secara partisipasi melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan 14 mahasiswa dari Program Studi D3 Administrasi Bisnis STIA Amuntai. Proses pelatihan mencakup tahapan pemilihan bahan baku, pengolahan, penggorengan, pemberian bumbu, hingga pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha keripik ubi secara mandiri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dalam menciptakan produk olahan lokal yang bernilai jual tinggi
Kata kunci : Keripik Ubi, Usaha Kreatif, Pemberdayaan Ekonomi, Desa Babirik Hilir
ABSTRACT: This community service activity was carried out in Babirik Hilir Village, Babirik District, Hulu Sungai Utara Regency, with a focus on training on processing cassava chips as a creative business. This activity aims to improve the community's skills in processing abundant cassava into economically valuable products, namely cassava chips, as an effort to empower the local economy. The training method was carried out in a participatory manner through counseling, reflection, and direct practice involving 14 students from the D3 Business Administration Study Program at STIA Amuntai. The training process included stages of raw material selection, processing, frying, seasoning, and packaging. The results of the activity showed that the community was very enthusiastic and had the potential to develop a cassava chip business independently. With this training, it is hoped that there will be an increase in knowledge, skills, and economic independence of the community in creating local food products with high sales value.
Keywords: Cassava Chips, Creative Business, Economic Empowerment, Babirik Hilir Village
References
lHasanah, A. (2021). Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Produk Lokal: Studi Kasus di Indonesia. Jakarta: Pustaka Nusantara.
Sari, M. (2020). Pelatihan Partisipatif sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM Kuliner Tradisional Jurnal Ekonomi dan Pemberdayaan, 12(2), 145-157.
Wijaya, R. (2019). Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM. . Jurnal Teknologi dan Inovasi, 8(1), 23-30.
Setiawan, B. (2018). Strategi Inovasi Produk untuk Mendukung Keberlanjutan Usaha Kecil. Bandung: Andi Offset.
Utara., P. K. (2022). Profil Kecamatan Danau Panggang. Diambil kembali dari www.hulusungaiutara.go.id.
Sukardi. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. Jakarta: Rajawali Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ary Yudianto, Haris Fadillah, Jumai Latte, Lily Misliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



